Ajak Komunitas Junjung Toleransi Beragama, Mahfud MD Singgung Gereja Yasmin Bogor

Ajak Komunitas Junjung Toleransi Beragama, Mahfud MD Singgung Gereja Yasmin Bogor

Infocakrawala.com – JAKARTA – Calon duta presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengundang seluruh penduduk Indonesia menjunjung nilai-nilai tolerasi antarumat beragama. Menghormati hak beragama bagi pemeluk agama lainnya adalah dedikasi rakyat Indonesia terhadap nilai persatuan kemudian kesatuan bangsa yang mana sesuai dengan Pancasila.

Mahfud yang dimaksud hadir di perayaan Natal lalu Tahun Baru di acara Konser Lilin Putih di dalam Balai Sarbini, Rabu (3/1/2024) malam, menceritakan kisah penyelenggaraan Gereja Yasmin di tempat Perkotaan Bogor, Jawa Barat, yang mengalami kesulitan. Mahfud mengungkapkan Gereja Yasmin sempat mengalami kesulitan untuk dibangun sejak 2006 lantaran mengalami sengketa. Namun, ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum serta Ketenteraman (Menko Polhukam) dengan Wali Pusat Kota Bogor Bima Arya, gereja yang disebutkan berhasil diresmikan pada April 2023 kemarin.

“Saya juga yang digunakan dengan tegas meresmikan lalu menghidupkan kembali Gereja Yasmin. Sejak tahun 2006 ada sengketa tentang Gereja Yasmin di tempat Bogor, bukan selesai-selesai berapa kali ganti presiden,” tutur Mahfud, Kamis (4/1/2024).

“Sampai akhirnya saya berkoordinasi dengan seseorang wali kota yang mana sangat progresif yaitu Bima Arya, saya undang ke kantor saya berkali-kali, saya berkunjung bertemu ia juga berkali-kali, saya katakan juga segera resmikan kembali Gereja Yasmin,” lanjut Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan, pembangunan gereja adalah hak bagi warga negara yang mana sesuai dengan keyakinannya. Mahfud dengan tegas lalu berani menggalang penyelenggaraan Gereja Yasmin dikarenakan sudah pernah dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945 serta Pancasila.

“Dan pada bulan April 2023 pasca belasan tahun gereja ini menjadi sengketa, kemudian kami resmikan secara resmi, secara sah, di dalam bawah pengamanan negara berdasarkan Pancasila lalu UUD 1945,” katanya.

Bagi Mahfud, kebebasan beragama seperti yang digunakan telah dilakukan diatur lalu diakui oleh UUD 1945, harus didukung. Mahfud mengatakan, menghormati hak beragama bagi pemeluk agama lainnya adalah dedikasi rakyat Indonesia untuk nilai persatuan dan juga kesatuan bangsa yang tersebut sesuai dengan Pancasila.

“Semua itu saya dedikasikan, serta harus kita dedikasikan demi persatuan juga kesatuan bangsa kita Indonesia,” tutur Mahfud.

(Sumber: SindoNews)