Bisnis  

Bagi Hasil Pertama Sukuk ESG BSI Akan Dibayarkan September 2024

Bagi Hasil Pertama Sukuk ESG BSI Akan Dibayarkan September 2024

Infocakrawala.com – JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah terjadi berhasil mencatatkan Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I. Sukuk Mudharabah Seri A sebesar Rp1,7 triliun, Sukuk Mudharabah Seri B sebesar Rp220 miliar, serta Sukuk Mudharabah Seri C sebesar Rp1,08 triliun di area Bursa Efek Indonesia.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menyatakan ESG Sukuk BSI diharapkan mampu menjadi alternatif penanaman modal syariah untuk semua segmen. “Karena pembangunan ekonomi ini aman, liquid dan juga memberikan bagi hasil yang digunakan kompetitif. Cocok untuk anak-anak muda,” ujarnya.

Sukuk Mudharabah Seri A memiliki imbal hasil sebesar ekuivalen 6,65% per tahun untuk jangka waktu 370 hari. Untuk jumlah total Sukuk Mudharabah Seri B miliki imbal hasil ekuivalen 6,7% per tahun untuk jangka waktu dua tahun. Adapun jumlah total dana Sukuk Mudharabah Seri C miliki imbal hasil ekuivalen 6,8% untuk jangka waktu tiga tahun terhitung sejak tanggal emisi.

Pendapatan bagi hasil dibayarkan setiap 3 bulan sejak tanggal emisi. Hal ini sesuai dengan tanggal pembayaran pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah. Adapun pembayaran pendapatan pertama akan dilaksanakan pada 14 September 2024, sedangkan untuk pembayaran pendapatan bagi hasil terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri sukuk adalah 24 Juni 2025 untuk Sukuk Mudharabah Seri A, 14 Juni 2026 untuk Sukuk Mudharabah Seri B, kemudian 14 Juni 2027 untuk Sukuk Mudharabah Seri C.

“Sukuk Mudharabah harus dibayar kembali dengan harga jual yang mana serupa dengan total dana Sukuk Mudharabah yang digunakan tertulis, pada konfirmasi ditulis yang dimiliki oleh pemegang sukuk. Hal ini dengan memperhatikan sertifikat jumbo Sukuk Mudharabah juga ketentuan perjanjian perwaliamanatan Sukuk Mudharabah,” katanya.

Sebelumnya, seluruh nilai dana Sukuk Mudharabah Keberlanjutan I BSI Tahap I 2024 yang digunakan akan ditawarkan sebesar Rp3 triliun, yang tersebut dijamin secara kesanggupan penuh dengan nominal yang mana sama.

Sebagai informasi, Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I miliki total Rp3 triliun. BSI sendiri telah terjadi memperoleh hasil pemeringkatan nasional idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

Dana yang dimaksud terkumpul dari hasil emisi Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I, sekitar 30%-50% dana sukuk yang tersebut diperoleh akan disalurkan pada sektor Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL). Yaitu untuk kategori energi terbarukan, hasil yang dimaksud dapat mengempiskan pemakaian sumber daya lalu memunculkan lebih besar sedikit polusi, dan juga pengelolaan air limbah yang digunakan berkelanjutan.

Sedangkan penyaluran dana untuk kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) mempunyai porsi 50%-70%. Adapun per Maret 2024, portofolio pembiayaan berkelanjutan di dalam BSI mencapai Rp59,19 triliun yang terbagi berhadapan dengan kategori KUBL sebesar Rp12,57 triliun dan juga KUBS sebesar Rp46,62 triliun.

Pada masa penawaran awal, PUB Tahap I mendapatkan tanggapan yang tersebut sangat positif dari pemodal hingga mengalami kelebihan permintaan tiga kali.

Adapun penjamin pelaksana emisi efek serta penjamin emisi efek Sukuk Mudharabah ini yakni PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mega Capital Sekuritas lalu PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.