Indonesia Halal Watch Desak Festival Makanan Nonhalal Solo Dihentikan

Indonesia Halal Watch Desak Festival Makanan Nonhalal Solo Dihentikan

Infocakrawala.com – JAKARTA – Festival Makanan Nonhalal dalam Mall Paragon Solo mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat. Indonesia Halal Watch (IHW) mendesak kegiatan itu segera dihentikan.

Founder IHW Ikhsan Abdullah mengatakan, walaupun setiap warga negara diperbolehkan mengonsumsi item tak halal, bahkan memperjual-belikan produknya, tapi harus dijalankan dengan tata cara undang-undang. Misalnya, barang nonhalal harus dipisahkan dengan komoditas halal. Kalau dimasak di dalam sebuah restoran atau pujasera, maka harus terpisah tempat juga peralatan masaknya. Dapur juga tiada boleh tercampur. Sebab, bila bersentuhan, maka dapat dipastikan semua makanan di tempat pujasera lalu dapur kompleks perbelanjaan yang disebutkan komoditas makanan juga minumannya terkontaminasi menjadi tiada Halal (haram).

Aturan yang dimaksud tercantum pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Jo UU Nomor 6 Tahun 2023 dan juga Peraturan eksekutif (PP) 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Area Garansi Layanan Halal. Pasal 4 menyebutkan bahwa “Semua Sistem yang tersebut masuk serta beredar, kemudian diperdagangkan dalam seluruh Wilayah Indonesia wajib Bersertifikasi Halal”.

Ikhsan Abdullah yakin bahwa Festival Makanan Nonhalal di tempat Pusat Kota Solo melawan seizin Pemkot Solo. Hal itu kata Ikhsan, menunjukkan bahwa Wali Daerah Perkotaan lalu jajaran Pemkot Solo sedang menggerakkan publik juga menghadirkan dan juga mempengaruhi orang lain untuk melawan ketentuan undang-undang.

“Wali kota kemudian Pemkot Solo pasti faham, sebagai pemerintahan Pusat Kota yang dimaksud wajib melaksanakan lalu taat dengan undang-undang. Demikian juga pemilik Paragon Mall tempat diselenggarakan festival ini, apalagi sempat menggunakan spanduk serta beriklan ini, termasuk badan perniagaan yang melawan pemerintah serta sedang mendemoralisasi penduduk lalu mendelegitimasi UU Pemastian Sistem Halal,” kata Ikhsan Abdullah pada keterangan tertulisnya, Hari Jumat (5/7/2024).

Menurut Ikhsan, rakyat Solo yang religius harus kompak untuk bukan mengunjungi pusat perdagangan yang dimaksud apalagi berbelanja. Sebab, kata Ikhsan, pemilik kompleks perbelanjaan sedang mempertontonkan bagaimana haram serta halal dicampur serta didagangkan dengan exposif lalu vulgar.

“Lalu bagaimana dengan pemerintahan ini yang tersebut selama 10 tahun berjuang menerapkan UU mengenai Pemastian Layanan Halal. Hal ini saya kira tantangan baru untuk Badan Penyelenggara Layanan Halal (BPJPH) untuk menerapkan sanksi,” katanya.

IHW akan menggugat pemilik Mall Paragon Solo ke pengadilan menghadapi kesengajaan menyelenggarakan Festival Makanan Nonhalal. Sebab, oleh sebab itu apabila dibiarkan, maka hal ini akan berdampak untuk rusaknya psikologi sosial dan juga hancurnya perasaan publik Indonesia yang religius.

“Sebelum kami melayangkan gugatan, kami akan melakukan teguran keras melalui surat untuk pemilik pusat perdagangan dan juga Pemkot Solo untuk menghentiksn kegiatan ini dan juga meminta-minta maaf terhadap masyarakat juga melalui media masa,” katanya.