Kongres IV KAI pada Solo Tetapkan Dr. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto sebagai Honorary Chairman

Kongres IV KAI pada Solo Tetapkan Dr. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto sebagai Honorary Chairman

Infocakrawala.com – JAKARTA – Kongres Advokat Indonesia (KAI) memutuskan untuk mengaktifkan jabatan Honorary Chairman pada Kongres IV KAI 2024. Jabatan Honorary Chairman di tempat KAI pernah diisi oleh Advokat Adnan Buyung Nasution semasa hidup.

“Setelah Bang Buyung wafat, jabatan ini dinonaktifkan, ketika ini kita akan aktifkan kembali serta sidang kongres memutuskan diisi oleh Dr. Tjoetjoe sebagai Presiden KAI demisioner,” kata pimpinan sidang Kongres IV KAI Adv. Aldwin Rahadian di keterangannya, Hari Sabtu (7/6/2024).

Aldwin menjelaskan Honorary Chairman merupakan jabatan yang mana diberikan sebagai rasa hormat terhadap tokoh yang tersebut berjasa besar untuk organisasi.

“Sepeninggal Bang Buyung bukan ada yang menempati kedudukan ini, sebagai rasa penghargaan organisasi terhadap presiden demisioner yang mana sudah pernah berjuang untuk organisasi, maka anggota Kongres memberikan kehormatan untuk Dr. Tjoetjoe sebagai Honorary Chairman,” katanya.

Sidang Kongres IV KAI menjelaskan Honorary Chairman merupakan kelengkapan struktural organisasi yang tersebut bertugas memberikan rekomendasi kemudian saran untuk Presidium DPP KAI. “Honorary Chairman adalah Pemangku Kehormatan KAI,” kata Aldwin merujuk untuk Anggaran Dasar KAI yang mana baru disahkan pada Kongres Nasional Luar Biasa (KNLB) KAI.

Selain menetapkan Honorary Chairman, Kongres Advokat Indonesia juga menetapkan beberapa hal penting seperti mengganti sistem kepemimpinan dari model presidensil ke model presidium. “Alhamdulillah, Kongres juga sudah pernah memutuskan ada sembilan anggota Presidium KAI untuk kepengurusan periode 2024-2029,” tutur Aldwin.

Kongres IV KAI yang digunakan diadakan pada 7-8 Juni 2024 dalam Edutorium UMS Surakarta, Jawa Tengah turut dihadiri tamu-tamu undangan seperti Sekda Jawa Tengah, ICJR, LPSK, dekan FH beberapa kampus, dan juga para jenderal purnawirawan Polri. Di KAI sendiri berbagai purnawirawan jenderal polisi yang digunakan menjadi advokat.