Microsoft, OpenAI, lalu Nvidia Dituduh Memonopoli Kecerdasan Buatan

Microsoft, OpenAI, lalu Nvidia Dituduh Memonopoli Kecerdasan Buatan

Infocakrawala.com – TEXAS – Departemen Kehakiman juga Komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commission/FTC) Amerika Serikat (AS) menyelidiki Microsoft, OpenAI, kemudian Nvidia di dugaan memonopoli kecerdasan buatan.

Seperti dilansir dari Reuter Kamis (4/7/2024), berdasarkan kesepakatan, Departemen Kehakiman Negeri Paman Sam akan mengawasi penyelidikan terkait apakah Nvidia melanggar Undang-Undang Antimonopoli AS, sementara FTC akan menginvestigasi Perusahaan AI Terbuka lalu Microsoft.

Perusahaan induk Perusahaan AI Terbuka adalah perusahaan nirlaba, sedangkan Microsoft menginvestasikan USD13 miliar (setara Rp211 triliun) terhadap anak perusahaan yang berbisnis komersial, dengan kepemilikan saham sebesar 49 persen.

Para regulator Amerika Serikat mencapai kesepakatan itu minggu lalu, yang tersebut diharapkan akan rampung di beberapa hari mendatang, menurut sumber tersebut.

Pembagian tugas itu mencerminkan kesepakatan sejenis antara Departemen Kehakiman Negeri Paman Sam dan juga FTC pada 2019 untuk bekerja sebanding di upaya penegakan hukum terhadap “Big Tech”, alias perusahaan-perusahaan IT raksasa, yang pada akhirnya menimbulkan FTC mengajukan gugatan terhadap Meta kemudian Amazon, sedangkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat menuntut Apple lalu Google berhadapan dengan dugaan pelanggaran yang digunakan sama.

Perjanjian antara kedua lembaga itu menunjukkan adanya peningkatan pengawasan regulasi di area AS, di dalam sedang perasaan khawatir mengenai pemusatan konsentrasi lapangan usaha teknologi terhadap AI.

Nvidia menguasai sekitar 80 persen bursa cip AI, termasuk prosesor Artificial Intelligence khusus yang digunakan dibuat oleh perusahaan komputasi awan seperti Google, Microsoft, kemudian Amazon.com. Dominasi yang disebutkan membantu perusahaan memunculkan margin kotor antara 70 persen serta 80 persen.