Pusat Pelaporan Investigasi Gugat Open Artificial Intelligence kemudian Microsoft Atas Pelanggaran Hak Cipta

Pusat Pelaporan Investigasi Gugat Open Artificial Intelligence kemudian Microsoft Atas Pelanggaran Hak Cipta

Infocakrawala.com – NEW YORK – Pusat Pelaporan Investigasi (CIR), organisasi nirlaba di tempat balik Mother Jones dan juga Reveal, pada tanggal 27 April 2024, mengumumkan gugatan terhadap Open Artificial Intelligence dan Microsoft atas pelanggaran hak cipta.

Gugatan ini mengikuti tindakan mirip yang tersebut diadakan oleh The New York Times lalu beberapa outlet media lainnya.

CIR menuduh Perusahaan AI Terbuka kemudian Microsoft menggunakan artikel berita merekan tanpa izin atau kompensasi untuk melatih model bahasa besar mereka. Hal ini, menurut CIR, merusak hubungan merekan dengan pembaca dan juga mitra, juga merampas pendapatan mereka.

“OpenAI kemudian Microsoft mulai menyedot cerita kami untuk meningkatkan kekuatan item mereka, tetapi mereka itu tidaklah pernah memohonkan izin atau menawarkan kompensasi, bukan seperti organisasi lain yang mana melisensikan materi kami,” kata Monika Bauerlein, direktur utama Pusat Pelaporan Investigasi, di sebuah pernyataan.

“Perilaku parasit ini tidaklah belaka tiada adil, tetapi juga merupakan pelanggaran hak cipta. Pekerjaan jurnalis, dalam CIR dan juga di area tempat lain, sangat berharga, kemudian Perusahaan AI Terbuka dan juga Microsoft mengetahuinya.”

Gugatan CIR mencari ganti kehilangan yang mana tak ditentukan, juga perintah yang tersebut melarang Perusahaan AI Terbuka kemudian Microsoft menggunakan kontennya lebih besar lanjut.

CIR bukanlah satu-satunya pihak yang mengambil tindakan hukum terhadap OpenAI dan juga Microsoft menghadapi praktik penyalinan konten mereka.

The New York Times telah dilakukan menghabiskan USD1 jt untuk gugatannya sendiri terhadap kedua perusahaan, kemudian sekelompok delapan publikasi yang mana dimiliki oleh hedge fund Alden Global Capital – termasuk New York Daily News dan juga Chicago Tribune – juga telah dilakukan mengajukan gugatan. Selain itu, beberapa penulis juga secara individual menggugat OpenAI.

Gugatan-gugatan ini memunculkan pertanyaan penting tentang kepemilikan serta hak cipta di tempat era kecerdasan buatan.

Seiring model bahasa besar menjadi semakin canggih lalu mampu menghasilkan kembali teks berkualitas manusia, menjadi semakin penting untuk menentukan bagaimana konten yang mana digunakan untuk melatih model yang dimaksud dapat digunakan.