Tangkap Dalang Penyebaran IPTV Ilegal, DJKI Raih Penghargaan di area Interpol Global Meeting for Digital Piracy

Tangkap Dalang Penyebaran IPTV Ilegal, DJKI Raih Penghargaan di dalam area Interpol Global Meeting for Digital Piracy

Infocakrawala.com – JAKARTA – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum juga HAM (Kemenkumham) menerima penghargaan pada acara Interpol Global Meeting in Digital Piracy. Penghargaan yang dimaksud diterima segera Direktur Penyidikan juga Penyelesaian Sengketa Anom Wibowo di dalam Lyon, France, pada 31 Mei 2024.

Sebagai salah satu penegak hukum melawan pelanggaran kekayaan intelektual (KI) Indonesia, DJKI dinilai berhasil melaksanakan operasi gabungan sama-sama para pihak dari Interpol, Ministry of Culture Sport and Tourism (MCST) Korea, Kepolisian Busan, lalu Kepolisian Republik Indonesia.

Kerja mirip ini untuk menangkap dalang dari penyebarluasan lembaga penyiaran ilegal pada bentuk Dunia Maya Protocol Television (IPTV) dengan nama “TVDOL” yang digunakan dikelola oleh warga negara Korea Selatan bernama Kim Dong Gil.

Pelanggaran ini dimulai pasca Munhwa Broadcasting Corporation (MBC) melaporkan dugaan pelanggaran hak cipta yang tersebut dijalankan oleh warga negaranya dalam Korea Selatan, yang menyiarkan beberapa saluran televisi Korea tanpa izin, termasuk saluran milik MBC di dalam Indonesia.

Hasil penelitian kemudian pemeriksaan yang dimaksud dilaksanakan oleh penyidik menunjukkan IPTV yang dimaksud dikelola oleh dalang utama bernama Kim Dong Gil yang dimaksud tiada bekerja sendirian. Dia juga miliki kelompok dengan peran yang beragam di melakukan penyiaran ilegal dari 2010 hingga 2023 tanpa izin dari pemegang hak.

Setelah penyidikan kemudian olah TKP pada Oktober 2023 di dalam kediaman terlapor di tempat kawasan BSD Tangerang, ditemukan sebagian barang bukti yaitu, peralatan operasi IPTV seperti server, kabel-kabel juga Set Top Box (STB) yang dimaksud digunakan untuk menyiarkan saluran televisi Korea secara secara langsung maupun Video-on-Demand (VOD).

Pelaku menyatakan dia menyiarkan 108.000 siaran dengan segera serta VOD tanpa izin dari pemegang hak cipta, juga meraup keuntungan hingga kurang lebih tinggi 1,7 miliar won.

Selain itu dari pengembangan penyelidikan lebih banyak lanjut, terungkap kerugian yang mana dialami oleh pemerintah Korea Selatan diestimasi mencapai 16 miliar won atau setara dengan USD1,23 jt untuk total penyiaran secara ilegal pada kurun waktu 13 tahun.